Malaysia dan Thailand Tampilkan Inovasi Hijau, Forum IMT-GT Perkuat Adaptasi Iklim Regional
By Admin

Dok. KLH/ BPLH
nusakini.com, Medan – Berbagai inovasi hijau menjadi sorotan dalam Pertemuan ke-6 Kelompok Kerja Lingkungan Hidup Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) yang digelar di Medan, Sumatera Utara, Kamis (18/6/2026).
Forum kerja sama tiga negara tersebut tidak hanya membahas strategi penguatan ketahanan iklim, tetapi juga memamerkan sejumlah program yang dinilai berpotensi menjadi solusi atas persoalan lingkungan di tingkat regional.
Thailand, misalnya, mengusulkan penyelenggaraan pelatihan penanganan tumpahan minyak di laut guna meningkatkan kesiapsiagaan negara-negara anggota terhadap potensi pencemaran perairan. Sementara itu, Malaysia memperkenalkan konsep battery passport, sistem pelacakan baterai kendaraan listrik yang dirancang untuk mendukung proses daur ulang dan pengelolaan limbah secara lebih terukur.
Di sisi lain, Indonesia menampilkan fasilitas pengelolaan sampah terpadu yang dijalankan PT Sumatera Deli Lestari Indah sebagai contoh penerapan praktik industri yang memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
Ketua Kelompok Kerja Lingkungan Hidup IMT-GT dari Kementerian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Berkelanjutan Malaysia, P Jeevananth A/L Paliah, menyampaikan apresiasi kepada Indonesia yang menjadi tuan rumah pertemuan tahun ini.
Ia berharap seluruh pembahasan dapat menghasilkan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata oleh negara anggota, sehingga kerja sama kawasan memberikan dampak konkret terhadap perbaikan kualitas lingkungan.
Sementara itu, Sekretaris KLH dan Sekretaris Utama BPLH Rosa Vivien Ratnawati menegaskan bahwa tantangan lingkungan saat ini semakin bersifat lintas batas. Karena itu, diperlukan sinergi yang lebih kuat antarnegara untuk menghadapi dampak perubahan iklim, pencemaran, serta ancaman terhadap sumber daya alam.
Menurut Rosa, kerja sama regional perlu diperkuat tidak hanya pada level pemerintah pusat, tetapi juga melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, dan generasi muda agar upaya perlindungan lingkungan dapat berjalan lebih efektif.
Pertemuan IMT-GT tahun ini menjadi salah satu langkah memperkuat agenda lingkungan kawasan ASEAN sekaligus mempercepat lahirnya proyek-proyek hijau yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia, Malaysia, dan Thailand. (*)